5 Fakta Guru Besar UGM yang Meninggal usai Positif Virus Corona
YOGYAKARTA, iNews.id - Guru Besar Farmakologi Farmakologi, Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKMK) UGM Iwan Dwiprahasto meninggal pada Selasa (24/3/2020). Iwan dinyatakan positif corona (Covid-19) dan menjalani isolasi di RSUP Dr Sardjito.
Guru Besar Farmakologi Farmakologi, Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKMK) UGM ini pun dirawat selama kurang lebih sembilan hari di RSUP Dr Sardjito. Kepergiannya pun menyisakan banyak kenangan bagi rekan-rekan di UGM.
Berikut beberapa faktaGuru Besar UGM Iwan Dwiprahasto yang dirangkum tim iNews;
1. Pasien 02 Covid-19 di DIY
Guru besar UGM tersebut diketahui dirujuk ke RSUP Dr Sardjito pada Miggu, 15 Maret 2020. Selanjutnya pihak rumah sakit melakukan perawatan isolasi serta pemeriksaan dengan standar Covid-19. Salah satunya dengan mengirimkan sampel swab pasien ke Balitbangkes pada Senin, 16 Maret 2020.
Dia merupakan pasien positif Covid-19 kedua setelah balita berusia tiga tahun.
2. Ahli Farmatologi
Dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar UGM pada 7 Januari 2008, Iwan sempat menyingung profesional kesehatan di negara berkembang termasuk Indonesia. Kelemahan ini dimanfaatkan duta farmasi sebagai peluang dan secara gencar membanjiri para dokter dengan informasi tentang obat mereka.
Keterbatasan informasi menjadikan off-label marak dalam praktek sehari-hari. Off label merupakan penggunaan obat di luar indikasi yang direkomendaskan. Kondisi ini terjadi selama puluhan tahun dan tidak ada yang sanggup menghentikan.