Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Begini Modus Sindikat Penipuan Proyek KDMP di Boyolali Raup Duit Rp1,2 Miliar 
Advertisement . Scroll to see content

41.000 Nasabah Jadi Korban Koperasi Bodong BLN, Perputaran Dana hingga Rp4,6 Triliun

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:04:00 WIB
41.000 Nasabah Jadi Korban Koperasi Bodong BLN, Perputaran Dana hingga Rp4,6 Triliun
Polda Jateng mengungkap dugaan koperasi ilegal BLN dengan perputaran dana Rp4,6 triliun dan sekitar 41.000 korban di berbagai daerah. (Foto: iNews Semarang).
Advertisement . Scroll to see content

Polisi mencatat koperasi tersebut memiliki jaringan luas di sejumlah daerah. Di Jawa Tengah terdapat 17 kantor cabang, sementara jaringan lainnya tersebar di Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Lampung, Kalimantan Barat, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penyidik juga menemukan 160.000 transaksi keuangan yang berkaitan dengan aktivitas koperasi tersebut. Sejumlah barang bukti telah diamankan, di antaranya komputer, dokumen transaksi, rekening koran, buku tabungan, kartu ATM, barcode QRIS, serta dokumen administrasi lainnya.

Selain menjerat tersangka dengan Undang-Undang Perbankan serta pasal penipuan dan penggelapan, polisi juga menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Para tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga ratusan miliar rupiah.

Untuk menelusuri aliran dana dan aset yang diduga berasal dari tindak pidana, Polda Jateng bekerja sama dengan PPATK dan Satgas PASTI.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengimbau masyarakat lebih berhati-hati sebelum menanamkan dana pada suatu lembaga investasi atau simpanan.

“Masyarakat diimbau lebih teliti dan memastikan legalitas usaha sebelum berinvestasi. Bagi masyarakat yang merasa menjadi korban dan belum melapor, kami persilakan segera melapor ke kantor kepolisian terdekat,” ujarnya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut