3.000 KK Terdampak Banjir di Pekalongan, 500 Warga Mengungsi
“Pengungsian di tengah pandemi tetap kami himbau untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes), sehingga kami tinjauan hari ini sekaligus memonitoring skema pengungsian agar sesuai prokes, dan yang belum memakai masker, juga kami bagikan masker untuk dipakai serta mengatur jarak tempat tidur warga yang mengungsi di pengungsian,” kata Afzan.
“Terkait penetapan tanggap darurat belum kami berlakukan dan Pemkot juga belum mendirikan dapur umum terpusat,namun kami apresiasi ada beberapa warga dibantu kelurahan setempat yang berinisiatif mendirikan dapur umum secara mandiri bergotong-royong. Mari berdoa bersama mudah-mudahan bencana banjir ini segera surut,” katanya.
Menurutnya,curah hujan tinggi yang terjadi pada Senin (18/1/2021) malam mengakibatkan sejumlah wilayah di Kota Pekalogan tergenang banjir cukup tinggi dan mengharuskan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Akibat hujan yang cukup tinggi semalaman,memang ada beberapa wilayah terdampak banjir di Kota Pekalongan,diantaranya yang kami tinjau hari ini di Sampangan, di wilayah ini banyak pengungsi baik ibu-ibu dan anak-anak dan kondisi air disini juga belum surut ditambah hujan juga belum reda,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota Pekalongan,AKBP M Irwan Susanto mengatakan, pada kegiatan monitoring di sejumlah wilayah terdampak banjir, pihak kepolisian baik dari Polres Pekalongan Kota, Polsek setempat dibantu Satbrimob dan jajaran TNI ikut melakukan pengamanan dalam kepatuhan protokol kesehatan di lokasi pengungsian.
“Di samping itu kami juga menjaga lokasi-lokasi rumah warga terdampak banjir untuk menghindari adanya dugaan tindak pidana maupun kriminalitas di lokasi tersebut,” ujarnya.
Editor: Ahmad Antoni