3 Bukti Nyata Ganjar Pranowo Tingatkan Kualitas Pendidikan di Jawa Tengah
SMKN Jateng juga menyediakan asrama dan kebutuhan harian siswa, semuanya ditanggung oleh pemerintah provinsi. Para siswa menerima seragam dan perlengkapan sekolah secara gratis. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemerataan pendidikan dan membantu mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah.
Mulai tahun 2020, Ganjar menggratiskan biaya pendidikan untuk semua siswa SMA/SMK/SLB Negeri Jawa Tengah. Bantuan Operasional Anggaran (BOP) diberikan kepada sekolah-sekolah sehingga siswa tidak perlu lagi membayar SPP.
Pada tahun 2022, alokasi anggaran BOP mencapai sekitar Rp. 770 Miliar. Bahkan sekolah swasta juga mendapat perhatian, dengan bantuan dari Bosda (Dukungan Operasional Sekolah Daerah). Anggaran Bosda untuk sekolah swasta mencapai Rp. 160 Miliar dan mencakup 607.021 siswa dari 1.917 sekolah.
Ganjar juga memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan guru honorer. Ia menaikkan gaji guru tidak tetap (GTT) di satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) daerah ditambah 10%. Sebelumnya, gaji mereka hanya sekitar Rp 200 ribu per bulan, tetapi kini ada yang dapat mencapai Rp 2,3 juta per bulan atau lebih.
Pegawai Tidak Tetap (PTT) di satuan pendidikan juga mendapatkan manfaat dari hak-hak yang ada di UMK masing-masing. Anggaran gaji GTT dan PTT dibiayai oleh APBD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan pada tahun lalu mencapai sekitar Rp. 527,4 miliar untuk membayar gaji 5.739 guru SMA, 6.543 guru SMK, dan 584 guru SLB. Selain itu, terdapat 8.580 pegawai tidak tetap di Jawa Tengah.