27 Warga Gunungkidul Positif Antraks
Warga yang positif antraks diberikan antibiotik profilaksis lanjutan sampai 20 hari. Sedangkan, yang berstatus gejala diberikan antibiotik. Selain itu, mereka yang positif dicek ulang darahya ke BBVet Bogor, Jawa Barat.
Dia menegaskan antraks pada manusia tidak menular antar manusia. Sampai saat ini belum ditemukan data penularan manusia ke manusia.
"Orang yang terpapar antraks, bila tidak diobati secara benar bisa menyebabkan kematian karena komplikasi. Namun bila diketahui sejak awal, bisa diobati sampai sembuh," katanya.
BACA JUGA: Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat Resmi Jadi Tersangka
Sumitro mengakui kasus antraks yang terjadi di Kecematan Ponjong dan Semanu telah merenggut nyawa satu orang.
"Warga yang meninggal merupakan pemilik sapi positif antraks, karena ikut mengkonsumsi daging dan ikut membersihkan kandang," ujarnya.
Untuk pencegahan penyebaran antraks, Dinas Kesehatan menggandeng Dinas Pertanian dan Pangan untuk melakukan komunikasi dan edukasi pencegahan antraks kepada masyarakat.
"Kami juga telah membuat surat edaran kepada masyarakat kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi hewan yang sakit atau memasak daging harus dimasak secara matang," ucapnya.
Editor: Nani Suherni