2 Inovasi Ganjar Turunkan Kasus Stunting di Jateng, Pakar Kesehatan: Bisa Jadi Role Model
Kemudian melalui program Jo Kawin Bocah, lanjut Lestari, Ganjar mengedukasi masyarakat tentang bahaya pernikahan dini.
Lestari menuturkan, pernikahan di usia dini terbukti berkontribusi pada tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
“Kalau kita geser angka pernikahan di usia matang 24-25 tahun, secara fisiologi rahim sudah lebih siap dan juga secara mental lebih siap. Artinya kalau bicara di level preventif ini program yang baik,” ucapnya.
Lestari melihat Ganjar Pranowo sebagai kepala daerah, menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap masalah stunting. Menurut Lestari, dua program yang digagas Ganjar sangat tepat sasaran.
“Harus diapresiasi bahwa di tingkat pemimpin daerah sudah memikirkan sejak dari usia dini yaitu (program) Jo Kawin Bocah sampai ketika dia mengalami 1.000 HPK (Program 5Ng),” ujarnya.