Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Demo Mahasiswa di Lapangan Merdeka Medan Ricuh, Massa Sandera Truk TNI
Advertisement . Scroll to see content

12 Fakta Mahasiswa UNS Meninggal saat Diklatsar Menwa, Nomor 11 Mengejutkan

Rabu, 27 Oktober 2021 - 09:54:00 WIB
12 Fakta Mahasiswa UNS Meninggal saat Diklatsar Menwa, Nomor 11 Mengejutkan
Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), Gilang Endi Saputra meninggal dunia saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) Resimen Mahasiswa (Menwa). (iNews/Septyantoro)
Advertisement . Scroll to see content

Selepas salat Asar pada Senin (25/10/2021), jenazah yang telah selesai diautopsi kemudian disucikan oleh tim dari rumah sakit lalu diantar kembali ke keluarga. Pihak kampus terus mendampingi hingga prosesi pemakaman jenazah.

7.Gilang Meninggal Diduga akibat Penyumbatan di Otak
Polda Jateng melakukan autopsi terhadap jenazah Gilang Endi Saputra, mahasiswa UNS yang meninggal dunia saat mengikuti Diklatsar Menwa. Autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab tewasnya mahasiswa asal Keti, Dayu, Karangpandan, Karanganyar itu.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, korban meninggal akibat tindak pidana kekerasan akibat pemukulan yang mengenai kepalanya. Dia mengungkapkan, korban terkena beberapa pukulan di bagian kepala sehingga hal itu yang diduga menjadi penyebab kematiannya.

"Korban meninggal diduga akibat terjadi penyumbatan di bagian otak," kata Iqbal saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (26/10/2021). Dia mengatakan autopsi dilakukan langsung Kabidokes Polda Jateng Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti. Hasil autopsi menyatakan adanya tanda-tanda kekerasan.  "Untuk berapa titik saya belum bisa sebutkan," katanya.

8. Pemeriksaan Saksi secara Maraton
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, hingga saat belum ada satu yang ditetapkan tersangka. Namun demikian kepolisian masih terus melakukan penyelidikan perkara tersebut. "Sementara kami masih sidik. Belum ada yang ditetapkan tersangka. Namun dari visum ada tanda-tanda kekerasan," ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut