Wanita Paruh Baya asal Bandung Dilaporkan Hilang di Singapura sejak 2 September 2022
Namun, sejak itu, tak ada kabar lagi dari Marisi. "Nah, waktu berangkat ke Singapura kan bilangnya kan sama Vivi (teman korban). Ternyata tidak sama Vivi," ujar Wisnu.
Wisnu menuturkan, telah melapor kasus orang hilang ke Polda Jabar. Namun, dari informasi yang diterima, pihak kepolisian yakni Unit Siber hanya bisa melacak keberadaan Marisi jika berada di Indonesia.
Polri, tutur Wisnu, tidak bisa berkoordinasi dengan kepolisian di Singapura karena kasus hilangnya Marisi masih berupa dugaan. "Polisi gak bisa langsung bertanya ke polisi Singapura, kalau dalam rangka penyelidikan atau penyidikan atau korupsi atau DPO dan sebagainya bisa, tapi ini baru diduga kuat," tutur Wisnu.
Keluarga, kata Wisnu, tak bisa bertanya langsung ke Kedutaan Besar Singapura karena istrinya diduga tidak berangkat menggunakan visa sehingga tak tercatat di kedutaan. Saat ini, keluarga akan berupaya bertanya ke maskapai penerbangan untuk memastikan Marisi telah berangkat ke Singapura atau belum.
"Saya dianjurkan (polisi) ke Kedubes Singapura. Saya bilang negara ASEAN kalau pergi itu cukup paspor gak usah visa, jadi tidak tercatat. Jangankan di kedubes, di bandara pun gak ada catatan (keberangkatan Marisi ke Singapura). Sedang mau bertanya ke manifesnya daftar penumpang itu benar berangkat atau tidak. Itu saja dulu," ucapnya.