Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bosscha: Hilal 1 Ramadhan 1447 H Tak Bisa Diamati Hari Ini, Pengamatan Dilakukan Besok
Advertisement . Scroll to see content

Virus Korona Bisa Dicegah dengan Kunyit? Ini Kata Dekan Sekolah Farmasi ITB

Sabtu, 21 Maret 2020 - 20:22:00 WIB
Virus Korona Bisa Dicegah dengan Kunyit? Ini Kata Dekan Sekolah Farmasi ITB
Kunyit. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Dia mengatakan, berbagai penelitian farmakologi telah dilakukan terhadap kurkumin. Namun, salah satu yang menjadi perhatian saat ini adalah pengaruh kurkumin terhadap penyembuhan Covid-19.

Hal ini diketahui sejak terjadi epidemi penyakit SARS pada tahun 2003. Dijelaskannya, reseptor yang berperan (SARS-CoV-2) adalah angiotensin converting enzyme 2 (ACE2). ACE2 dapat berada dalam bentuk fixed atau menempel di sel dan soluble atau tidak menempel pada sel.

Penelitian terhadap senyawa kurkumin sebagai senyawa tunggal atau murni dilaporkan meningkatkan ACE2 pada hewan uji tikus. Namun, belum ada studi hubungan langsung terhadap infeksi virus korona.

"Agar keperluan terapi menggunakan kurkumin dapat tercapai, diharapkan banyak ACE2 yang bebas sehingga akan mencegah virus korona menempel pada sel, yang secara langsung akan mencegah terjadinya infeksi,” ujarnya.

Daryono menjelaskan, secara empiris, gabungan kandungan senyawa kimia dari tanaman tersebut bermanfaat sebagai imunomodulator untuk menjaga daya tahan tubuh. Efek farmakologi gabungan senyawa kimia (multi compound) dalam tanaman tersebut tentu bisa berbeda dengan efek farmakologi senyawa kurkumin secara tunggal (single compound).

Dalam kaitannya dengan Covid-19, penggunaan tanaman tersebut baik secara tunggal maupun gabungannya bisa membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh sebagai imunomodulator. Oleh karena itu, pemanfaatan kunyit, temulawak atau jahe sebagai jamu, obat herbal terstandarkan, atau suplemen minuman dinilai aman.

"Manfaat kurkumin terhadap penyembuhan COVID-19 tentu masih memerlukan pembuktian melalui penelitian lanjutan. Diperlukan kerja keras dari berbagai pihak seperti peneliti, industri farmasi, dan pemerintah Indonesia dalam pengembangan tanaman-tanaman tersebut hingga menjadi obat fitofarmaka sebagai antivirus terhadap Covid-19," kata Daryono.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut