Viral Pungli Berkedok Parkir di Masjid Al-Jabbar, Tarif Seikhlasnya Diberi Rp5.000 Tak Mau
"Padahal tanya baik-baik petugasnya nyolot bilang kalau sepatu saya mungkin bukan di sini tapi di tempat sepatu wanita. Bahkan petugas lain dengan kata-kata nggak enak, saya disuruh cari di tempat lain. Emangnya saya pikun lupa letak sepatu di mana. Saya tegaskan kalau saya titip di sini dan ini nomornya. Akhirnya petugas lain bantuin. Ternyata sepatunya ada di bawah kaki dia (petugas penitipan)," ujarnya.
Setelah sepatu ditemukan, Bang Tani Madu kembali ke parkiran mobil. Ternyata petugas parkir sudah berbeda orangnya, namun masih memakai rompi yang sama. Petugas parkir itu juga meminta uang parkir 'seikhlasnya'.
"Karna malas debat saya kasih Rp10.000. Saya di pintu keluar bayar parkir lagi Rp5.000. Waktu saya saya bilang udah bayar 2 kali Rp10.000 di dalam petugasnya hanya senyum-senyum aja," tutur Bang Tani Madu.
Karena di luar macet, ada satu petugas memakai rompi yang bantu keluar sambil ngulurkan tangannya minta seikhlasnya lagi. Karena sudah kesal Bang Tani Madu tak memberikan uang.
"Saya mengagumi keindahan mesjidnya tapi sayang ternoda oleh petugasnya. Pantang lihat pelat mobil beda," tulisnya.
Unggahan Bang Tani Madu itu viral dan menjadi perhatian pemangku kepentingan di Kecamatan Gedebage dan Masjid Al-Jabbar, antara lain, Camat Gedebage, LPM Cimencrang, Lurah Cimencrang, BPKAD, Bendahara DKM, Bidang Ekonomi Kecamatan Gedebage Rio Wilantara, Kemandirian Masjid Al-Jabbar, sekretariat dan Kasatpol PP Jabar. Mereka menggelar rapat konsolidasi di Ruang Edukasi, Masjid Raya Al Jabar, Minggu (14/4/2024)
"Dengan hormat menyampaikan undangan rapat dalam konsolidasi maraknya berita di media sosial terkait pungli di Masjid Raya Al Jabar," demikian isi undangan tersebut.
Namun sampai saat ini apa hasil dari rapat itu belum diketahui. Masalah pungli di Masjid Al-Jabbar telah beberapa kali terjadi dan viral di medsos, tetapi terus berulang dan tidak ada penyelesaian.
Editor: Donald Karouw