Viral Grup Gay Pelajar SMP, Ratusan Kasek di Garut Deklarasi Anti-LGBT
Sekolah-sekolah di Garut juga melarang siswa menggunakan ponsel selama kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sekolah intens mengadakan razia ponsel, sejak awal dari Januari 2018. “Ini adalah upaya pencegahan,” ujarnya.
Menyikapi grup gay pelajar SMP-SMA Garut yang viral di media sosial, pihaknya belum bisa menerimanya. Para pendidik berharap itu tidak benar. “Mudah-mudahan ini di dunia maya aja, tidak nyata. Kami pun sebenarnya masih menginventarisasi, tapi sampai saat ini tidak ada laporan-laporan di sekolah. Kami juga meyakinkan kepada para orang tua, harap tenang dan tidak panik menghadapi ini,” katanya.
Kalau seandainya nanti ditemukan fakta terkait grup gay pelajar SMP-SMA di Garut, tentu ada pembinaan dan penanganan dari sekolah. Hal ini dilakukan oleh para guru dan kepala sekolah. Namun kalau berdampak luas terhadap nama baik masyarakat, orang tua, termasuk sekolah, maka sekolah juga akan memilih cara lain. Jika perlu, sekolah juga akan melibatkan lintas sektoral.
“Ya, apa daya, jalan terakhir. Kami ada sanksi tegas, bisa dikeluarkan dari sekolah supaya ada efek jera, supaya mendidik kepada yang lain. Yang pasti, hal-hal seperti itu (LGBT) tidak baik untuk dilakukan. Kami tetap berkomitmen bahwa anak-anak Garut adalah anak-anak yang religius, yang baik, anak yang berkarakter,” paparnya.
Editor: Maria Christina