6 Universitas di Bandung, Tempat Kuliah Soekarno dan Tokoh Nasional
Perguruan tinggi teknik yang kala itu berdiri di atas seluas 30 hektare di Kota Bandung, dikelola pemerintah kolonial Belanda. Saat itu hanya terdapat satu fakultas, yaitu, de Faculteit van Technische Wetenschap dan jurusan de afdeeling der We gen Waterbouw.
Pendirian perguruan tinggi ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang semakin terbatas pada masa kolonial Belanda akibat pecahnya Perang Dunia I.
De Techniche Hoogeschool te Bandung resmi dibuka untuk tahun kuliah 1920-1921. Kala itu, terdaftar 28 mahasiswa TH dengan hanya dua orang Indonesia. Status TH dari saat dibuka sampai 1924 adalah bijzondere school, yang kemudian berganti status dari swasta menjadi instansi pemerintah.
Pada Dies ke-6 pada 3 Juli 1926, dari 22 kandidat insinyur, yang lulus berjumlah 19 orang dengan empat di antaranya pribumi Indonesia.
Pada 1926 itu lah untuk pertama kali TH Bandung menghasilkan insinyur orang Indonesia. Satu dari empat insinyur tersebut adalah Ir Soekarno yang kelak menjadi proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia.