Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pascapembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Sekolah Swasta Milik Korban Sepi
Advertisement . Scroll to see content

Ungkap Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Kabid Humas: Polisi Tak Kejar Pengakuan

Kamis, 26 Agustus 2021 - 12:19:00 WIB
Ungkap Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Kabid Humas: Polisi Tak Kejar Pengakuan
Almarhumah Tuti Suharti (tengah) dan anaknya Amelia Mustika Ratu (kiri) saat foto bersama dengan keluarga besarnya. (Foto: iNewsTv/Yudy Heryawan Juanda)
Advertisement . Scroll to see content

Dari 20 saksi tersebut, tiga di antaranya adalah Yosep (suami korban Tuti dan ayah kandung dari Amelia), M, istri muda Yosep, dan seorang pria yang merupakan pacar dari korban Amelia. "Rekaman CCTV sedang dipelajari dan dianalisis oleh penyidik Satreskrim Polres Subang," ujar Kombes Pol Erdi.

Sementara itu, Kapolres Subang AKBP Sumarni menyebutkan kasus pembunuhan ibu dan anak itu masih dalam proses penyelidikan. Penyidik telah menemukan titik terang terkait siapa pelaku pembunuhan tersebut.

Namun, Kapolres belum bisa menyampaikan siapa pelaku yang tega membunuh korban Tuti dan Amelia. "Prosesnya masih menunggu hasil dari labfor (Laboratorium Forensik). Tapi sudah ada titik terang yang diduga pelaku. Sabar ya, Ingsya Allah nanti kita rilis dalam waktu dekat. Kami belum bisa sampaikan sekarang. Maaf ya,"kata AKBP Sumarni Senin (23/8/2021).

Diberitakan sebelumnya, pascapembunuhan ibu dan anak di Jalancagak, Kabupaten Subang, sekolah swasta milik korban Tuti Suhartini (55), kini sepi. Tak ada aktivitas apapun di sekolah berlantai dua tersebut.

Belum ada aktivitas belajar mengajar di sekolah itu. Padahal, saat ini Pemkab Subang telah mengizinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah sejak Senin (23/8/2021).

Informasi yang dihimpun, almarhumah Tuti Suhartini (55) merupakan pememilik SMP dan SMK swasta di Jalan Cijengkol, Kecamatan Serangpanjang, Subang itu. Sedangkan korban Amelia Mustika Ratu bendahara dan ketua yayasan dijabat kakaknya, Yoris.

Sejak pandemi, aktivitas sekolah memang dihentikan untuk mencegah penularan Covid-19. Meski begitu, tetap ada pengelola, seperti guru dan adimistrasi sekolah yang datang. Namun sejak peristiwa pembunuhan terhadap Tuti dan Amelia terjadi, sekolah tersebut semakin sepi. Tak ada satupun pengelola sekolah yang datang.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut