Tingkatkan Kenyamanan Warga, 10 Ruang Publik di Jabar Akan Direvitalisasi
Menurut dia, hingga saat ini pihaknya sudah merevitalisasi RTP di beberapa kabupaten/kota. Seperti Taman Gasibu dan Monumen Perjuangan di Kota Bandung, Alun-alun di Majalengka, Sumedang, Cirebon, Kuningan, dan Pangandaran.
Dengan adanya ruang terbuka hijua yang layak, dia meyakini interaksi sosial masyarakat akan terbangun. Karena bisa untuk rekreasi, atau sebagai ruang berekspresi masyarakat. Sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Sebab, menurutnya ruang terbuka yang representatif mampu meningkatkan indeks kebahagiaan warga.
"Dengan begitu, imun kesehatan warga juga akan meningkat. Dengan kondisi yang sehat, diharapkan kreativitas dan produktivitas warga akan meningkat," katanya.
Sementara itu, sosiolog dari Universitas Padjajaran (Unpad) Budi Rajab mengatakan, ruang terbuka publik seperti alun-alun sangat dibutuhkan khususnya untuk interaksi dan interelasi masyarakat. Dengan terbangunnya pola tersebut, Budi meyakini akan berdampak terhadap meningkatnya wawasan hingga kreativitas warga.
"Asalkan di ruang terbuka itu terbangun suasana ngobrol-ngobrol, diskusi, pergaulan yang positif serta dirawat dengan baik. Jangan hanya dibangun, terus masyarakat dibiarkan begitu saja untuk beraktivitas di sana," katanya.
Budi menilai selama ini keberadaan RTP semata-mata untuk sarana bermain, tidak diarahkan sebagai tempat edukasi maupun hal-hal positif lainnya. Sehingga ruang terbuka publik di kita banyak diisi pedagang. Oleh karena itu, Budi meminta pemerintah ataupun pengelolaan RTP aktif menggagas kegiatan-kegiatan yang mampu merangsang adanya aktivitas warga.
Editor: Asep Supiandi