Tingkat Kematian Pasien Covid-19 di Jabar Terendah se Jawa-Bali, Ridwan Kamil: Hanya 1,59 Persen
"Varian Delta ini membuat tingkat kematian lebih cepat. Dari rata-rata 10-12 hari tingkat fatalitasnya sekarang lebih cepat jadi 4-5 hari. Itu lah yang menyebabkan kasus di IGD sangat berat baru ke rumah sakit," tutur Gubernur.
Pasien Covid-19 di Jabar yang meninggal dunia, kata Kang Emil, umumnya memiliki penyakit bawaan atau komorbid, seperti hipertensi, diabetes, jantung, dan atau kombinasi.
Kang Emil mengatakan, untuk menekan tingkat kematian pasien Covid-19, Pemprov Jabar pun menyediakan fasilitas telekonsultasi melalui aplikasi Pikobar hingga pemberian obat-obatan dan oksigen gratis, khususnya bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Sebab, sekitar 80 persen pasien Covid-19 di Jabar menjalani isoman.
Pemprov Jabar pun sudah memiliki 25.000 orang pelacak (tracer) yang terdaftar. Mereka berasal dari Pemprov Jabar, TNI, dan Polri ditambah 120.000 tracer dari PKK dan Karang Taruna.
Para tracer itu bertugas untuk melacak orang-orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19, agar potensi penularan COVID-19 dapat ditekan. "Pelacakan kontak erat kita (saat ini) 1 berbanding 5,5 dan akan tingkatkan menjadi 1 berbanding 8 atau 1 berbanding 10," ucap Kang Emil.