Terungkap! Cinta Segitiga hingga Motif Kuasai Harta di Balik Pembunuhan Indriana Dewi
Kemudian pada Jumat 9 Februari 2024, tersangka Didot meminta bantuan Reza untuk membunuh Indriana Dewi Eka Saputri dengan janji akan diberi imbalan Rp50 juta. Terdakwa Devara dan Dodit berencana memberikan imbalan tersebut dari hasil penjualan barang berharga milik korban.
Kemudian pada Kamis 15 Februari 2024, terdakwa Reza yang memerlukan uang untuk membayar utang menerima tawaran Didot membunuh korban Indriana. Mereka bertiga lalu bertemu di tempat kos Devara. Devara mengusulkan korban Indriana dibunuh dengan cara dicekik atau dibekap.
Dalam rencana mereka, korban jangan dijemput di rumah, tetapi di tempat kerja atau di luar rumah. Selain itu, pembunuhan disarankan di tempat sepi dan tidak terdapat CCTV serta memakai mobil sewaan atau rental. Bahkan rencana ini cukup detail dengan menggunakan tiga lapis sarung tangan agar tidak meninggalkan sidik jari.
Selanjutnya pada Senin 19 Februari 2024 pukul 17.00 WIB, Didot menyewa satu unit Avanza hitam. Terdakwa Devara, Dodit dan Reza kembali mematangkan rencana pembunuhan dan membeli sarung tangan. Didot juga membuat pelat nomor palsu untuk Avanza yang disewa dengan nomor polisi B 2848 FOX.
Pada Selasa 20 Februari 2024 pukul 15.30 WIB, Didot menjemput Reza dan Indriana untuk dibawa jalan-jalan ke Puncak Bogor. Mereka menuju Bukit Pelangi Bogor dan tiba di lokasi pukul 19.30 WIB.