Terowongan Tertua di Jawa Barat, Lampegan di Cianjur dan Kisah Nyi Sadea
Sedangkan dari sisi bahasa Sunda, Lampegan berarti sejenis pohon kecil yang banyak tumbuh di kawasan terowongan itu. Namun, dari segi bahasa cukup lemah.
Yang lebih kuat membuktikan nama Lampegan disematkan karena terowongan itu menembus Bukit Lampegan di sisi timur dan Kendengan di selatan yang berada dalam kawasan Gunung Kancana.
Terowongan ini berbatasan dengan Perkebunan Teh Lampegan. Sedangkan di sisi barat-utara terdapat perkebunan Harjasari dan Gunung Kancana.
Letak Stasiun Lampegan berada di sisi timur-laut terowongan. Jauh sebelum terowongan dibangun, kawasan itu merupakan permukiman penduduk yang telah menggunakan nama Lampegan. Selain itu, mengacu pada dokumen kolonial, nama Lampegan telah eksis sejak 1870-an.
Karena di kawasan itu banyak perkebunan teh, maka Staatspoorwegen menganggap penting membangun jalur kereta dengan membuat terowongan di lereng timur Gunung Salak dan di lereng barat-selatan-timur Gunung Gede-Pangrango.
Para pengusaha perkebunan pun menyambut baik pembangunan jalur kereta ke kawasan Lampegan. Dengan begitu, mereka bisa mengangkut hasil perkebunan menggunakan kereta.
Editor: Agus Warsudi