Terduga Teroris yang Ditangkap di Bandung 2 Tahun Jadi Buron Densus 88 Antiteror
Sodikin menyatakan, pria berinisial AS itu dikenal tertutup dan kerap berganti nama. "Kurang komunikasi dengan lingkungan. Paling kalau ada acara hari besar Islam seperti kurban, dia suka ikut. Namanya sering ganti-ganti kadang Ilyas, Zulfikar, Umar," ujar Sodikin.
Menurut dia, A sendiri baru tinggal satu tahun setengah di lingkungan tersebut. Dia tinggal bersama istri dan dua anak yang masih kecil. "Dia di situ ngontrak, penduduk musiman," tutur ketua RW.
Dalam penggeledahan itu, kata Sodikin, petugas Densus 88 menyita sejumlah dokumen, buku, kitab, handphone, dan sebilah samurai. "Istrinya sama Polwan diantar ke situ terus buka pintu rumah. Suruh nunjukkin surat dan dokumen yang dia punya. Jadi gak dibongkar rumahnya," ucap Sodikin.
Editor: Agus Warsudi