Tembok yang Tutup Jalan Sekolah Dibangun Tanpa IMB, Wagub Jabar: Ini Menyalahi Aturan
Jika tidak bisa diselesaikan dengan cara musyawarah, tutur Wagub, pemerintah mempunyai kewenangan untuk bersikap dan mencari jalan keluar agar para siswa dan guru bisa masuk ke sekolah melalui gerbang depan.
"Saya menyayangkan hingga hari ini pemilik lahan tidak mengambil sikap dan belum bisa ditemui dan tidak diketahui keberadaannya. Padahal banyak warga yang saat ini menginginkan tembok beton ini dibongkar/ atau kuncinya dijebol saja," tutur Wagub.
Sementara itu, Kepala SDN 2 Tugu Kota Tasikmalaya Sri Mulyani mengatakan, rencananya, sekolah akan menggelar mediasi dengan pemilik lahan dalam waktu beberapa hari ke depan. "Informasinya, pemilik lahan sedang berada di luar kota. Kami berharap permasalahan ini segera selesai," kata Sri Mulyani.
Diberitakan sebelumnya, saat pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dimulai, para guru dan siswa SDN 2 Tugu Kota Tasikmalaya, serta orang tua, terkejut. Akses jalan menuju sekolah tertutup tembok beton setinggi kurang lebih 3 meter.
Akibatnya, untuk ke sekolah, mereka terpaksa harus berjalan memutar lebih jauh, melewati jalan kecil, kebun, sawah, dan permakaman. Ternyata tembok tinggi telah berdiri sejak para siswa mulai belajar daring pada awal 2021 lalu.