Tanah Longsor Kembali Terjang Naringgul, Jalur Utama Cianjur-Bandung Putus
"Kami upayakan dalam waktu cepat, material longsor sudah dapat di singkirkan karena masih menunggu alat berat. Kami mengimbau warga untuk ekstra hati-hatib dan waspada saat melintas di jalur selatan terutama ketika hujan turun deras," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukabakti Tatang mengatakan, longsor terjadi ketika hujan turun deras sejak siang hingga sore menjelang. Akibatnya, tebing yang rawan longsor di pinggir jalan nasional ambruk, menutup sebagian besar landasan jalan.
Lantaran jalan tertutup, kata Tatang, arus kendaraan dari Bandung menuju Cianjur atau sebaliknya, terhambat karena longsoran yang cukup panjang menutup jalur utama antarkabupaten yang ketiga kalinya selama sepekan terakhir terputus. Pihaknya langsung melaporkan longsor ke dinas terkait melalui Kecamatan Naringgul.
"Hujan lebat dengan intensitas lama, terjadi sejak siang hingga sore menjelang, kurang lebih selama empat jam. Tidak adan perkampungan di lokasi tersebut, namun jalan nasional terganggu akibat longsor sepanjang 7 meter dengan ketebalan lumpur mencapai 80 centimeter, sehingga tidak dapat dilalui," kata Tatang.
Dia berharap dinas terkait di daerah hingga pusat, segera melakukan penanganan serius terhadap tebing yang rawan longsor di wilayah tersebut. Karena setiap musim penghujan tiba, jalan nasional yang menghubungkan Cianjur-Bandung itu, kerap terputus akibat tertutup longsor.