Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Puluhan Produsen Tahu di Purwakarta Berhenti Produksi, Ini Pemicunya
Advertisement . Scroll to see content

Stok Kedelai Aman, Produsen Tahu Tempe di Purwakarta Enggan Naikkan Harga Jual

Senin, 04 Januari 2021 - 13:00:00 WIB
Stok Kedelai Aman, Produsen Tahu Tempe di Purwakarta Enggan Naikkan Harga Jual
Sofia menunjukkan pabrik tahunya yang sejak tiga hari terakhir tidak produksi. Mahalnya bahan baku kedelai menjadi mereka tak mampu produksi. Foto ; iNews.id/Asep Supiandi
Advertisement . Scroll to see content

PURWAKARTA, iNews.id – Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Purwakarta menjamin stok kedelai di Purwakarta, masih aman. Produsen tahu tempe di Purwakarta yang mogok dinilai karena tak berani berspekulasi menaikkan harga jual.

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Purwakarta, Wita Gusrianita, mengatakan, stok bahan baku kedelai sebenarnya tersedia di dua distributor besar di Purwakarta. Akan tetapi karena ada kenaikan harga, produsen tidak mau membeli untuk kemudian memprodusi tahu tempe seperti biasa. Mereka lebih memilih untuk tidak beroperasi.

“Begitu ada aksi mogok produksi, kami langsung turun ke lapangan guna mengecek ketersediaan stok kedelai. Ternyata stoknya masih tersedia di distributor. Masalahnya produsen mogok beroperasi karena tidak mau menaikkan harga jual,” kata Wita, Senin (4/1/2021).

Menurutnya, tidak masalah harga jual tahu tempe dinaikkan dan tidak perlu khawatir ditinggal pembeli. Apalagi tahu tempe bagi masyarakat sudah menjadi kebutuhan utama. “Kalaupun harga jualnya dinaikkan tidaklah terlalu mahal dan masih terjangkau pembeli,” ujar dia.

Dia menjelaskan,  ketergantungan produsen tahu tempe terhadap kedelai impor sangatlah tinggi. Padahal produksi kedelai lokal di Purwakarta berlimpah. Bahkan, di tahun lalu produksi kedelai lokal mengalami surplus. Berlimpahnya produksi kedelai lokal sama sekali tidak dilirik produsen tahu tempe dengan berbagai alasan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut