Staf Presiden Kunjungi Kawasan Hulu Sungai Citarum, Ini yang Mereka Lakukan
Kotoran ternak, ujar Dedi, menjadi salah satu masalah pencemaran di wilayah hulu. Dengan adanya IPAL ternak komunal, beban pencemaran Sungai Citarum diharapkan berkurang. "Memang belum menyeluruh karena masih ada ternak yang tersebar, tapi akan ditangani secara bertahap," ujarnya.
Selain pembangunan IPAL limbah ternak komunal, tim dari Kantor Staf Presiden juga meninjau Situ Cisanti yang menjadi kilometer (Km) 0 Sungai Citarum.
"Penanganan Citarum harus diawali dari hulu. Hutan di Situ Cisanti ini harus dipelihara, tidak boleh ada perambahan. Dengan menjaga hutan, selain bisa menjaga kuantitas dan kualitas air Sungai Citarum, juga bisa mencegah erosi akibat air hujan yang langsung mengalir ke sungai tanpa diserap pohon," tutur Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi.
Di wilayah hulu pun, kata Dedi, penanganan lahan kritis masih harus dilakukan. Sebab, banyak masyarakat yang menggantungkan hidup dari bertani. Satgas Citarum Harum terus melakukan edukasi kepada masyarakat.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, penanaman pohon keras di kawasan hulu Sungai Citarum juga terus dilakukan. Untuk mencegah perambahan hutan, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Perhutani.