Sosok Jatayu Bakal Muncul dan Menyapa Masyarakat di Helaran Budaya Cianjur 2022
Ketika Sita atau Sinta menjerit-jerit karena dibawa kabur oleh Rahwana, Jatayu yang sedang berada di dahan sebuah pohon mendengarnya. Dia melihat ke atas, dan tampak Rahwana terbang membawa Sita, puteri Prabu Janaka.
“Jatayu merasa bertanggung jawab terhadap keselamatan Sita. Jiwa ksatrianya meluap-luap, Jatayu yang renta tidak gentar untuk melawan Rahwana. Dia menyerang dengan segenap tenaganya. Hingga sayapnya ditebas dengan pedang. Tubuhnya terjatuh ke tanah dan darahnya bercucuran,” kata Wina.
Jatayu tidak mati, dari darahnya dan tubuhnya yang lunglai muncul bunga-bunga harum mengangkasa. Arwahnya dijemput ratusan dewa-dewi dengan nyanyian merdu serta iringan gamelan surgawi.
“Dialah Garuda Nusantara yang kini menjadi lambang sebuah bangsa bernama Indonesia. Karena itu mari nantikan Jatayu tampil menyapa hadirin di Helaran Budaya Cianjur pada Sabtu 20 Agustus 2022,” ujar Wina.
Wina menuturkan, Jatayu akan berkolaborasi dengan Sanggar Medalsari Karangtengah, Kecamatan Karangtengah, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur. Persembahan helaran budaya Kurung nu Nguntuy diperkirakan akan menjadi salah satu perhatian pengunjung.
Kurung nu Nguntuy adalah sebuah modifikasi dari kecakapan masyarakat Kampung Kabandungan, Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah yang dikenal sebagai pembuat istana megah atau kurung bagi berbagai jenis burung peliharaan.
Kerajinan sangkar burung yang dibuat secara rumahan ini telah berkembang menjadi UMKM berskala nasional. Sebab dari pembuatan sangkar burung tersebut telah membawa Karangtengah dan Cianjur ke kancah dunia. Terutama di bidang kerajinan tangan berbasis kerakyatan.
Editor: Agus Warsudi