Sosok Jatayu Bakal Muncul dan Menyapa Masyarakat di Helaran Budaya Cianjur 2022
Setiap acara helaran, ujar Dika Dzikriawan, selalu ditampilkan aneka ragam budaya Cianjur termasuk iring-iringan Kuda Kosong. Biasanya Kuda Kosong menjadi salah satu primadona dan menjadi ikon utama. Sehingga helaran budaya Cianjur selalu diidentikkan dengan nama Pawai Kuda Kosong tersebut.
“Helaran ini milik warga Cianjur yang memang seharusnya pemerintah hadir di dalamnya. Kami tentu berterima kasih kepada Pemkab Cianjur yang kembali mendukung pesta rakyat ini setelah pandemi Covid-19 mereda,” kata Dika Dzikriawan yang juga Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Cianjur itu.
Dika Dzikriawan menuturkan, selain Kuda Kosong, dalam helaran tersebut nanti akan tampil sosok jatayu. "Jatayu merupakan sebuah konsep tari jalanan menggunakan egrang yang akan ditampilkan oleh koreografer sekaligus penari Wina Rezky Agustina," tutur Dika Dzikriawan.
Elang Jawa Penjaga Belantara Nan Perkasa
Wina Rezky Agustina merupakan salah satu Tim Penyusun Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Cianjur. Dia menampilkan tarian Jatayu sebagai simbol keprihatinan terhadap langkanya salah satu satwa endemik penghuni hutan-hutan Cianjur, Elang Jawa (Nisaetus Bartelsi).
"Elang Jawa sering juga disebut Burung Garuda, merupakan salah satu burung pemangsa (raptor) penting di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango," ucap Dika Dzikriawan.