Sopir Bus yang Jatuh ke Jurang dan Tewaskan 21 Orang Jadi Tersangka
“Saudara Adam bahkan menghilang. Sehari setelah menghilang, berkat bantuan masyarakat, kami temukan Adam. Kondisinya sangat lemah dan kami bawa ke rumah sakit untuk dirawat. Kami mengetahui yang bersangkutan luka parah, tangan kanannya patah dan ada beberapa luka sobekan diduga bekas pecahan kaca,” papar Nasriadi.
Nasriadi mengatakan, selain menetapkan satu tersangka kecelakaan maut tersebut, polisi juga masih melakukan pendalaman, termasuk memeriksa rangka bus yang kini berada di Mapolres Sukabumi.
Sopir maut, Adam sebelumnya mengakui, saat itu dia yang mengendarai bus nahas tersebut. Sesaat sebelum kecelakaan, sopir bus meminta untuk menggantikannya membawa kendaraan karena mengantuk. Tawaran itu diterima Adam yang selanjutnya membawa bus menuju lokasi wisata hingga berujung kecelakaan maut.
“Saya kondektur. Sopir katanya ngantuk banget dan minta tolong untuk digantikan. Saya gantiin bawa busnya,” kata Adam di bangsal perawatan RSUD Palabuhan Ratu.
Adam menilai kondisi bus tidak laik jalan, karena saat posisi turunan di tikungan, kondisi rem blong sehingga dia tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya. Adam juga membantah melarikan diri. Dia mengaku tidak melompat keluar saat bus masuk jurang, tapi tetap bertahan hingga kendaraan berhenti. Setelah itu, dia keluar untuk mencari air karena merasa haus dan bersembunyi di dekat Sungai Citarik. “Saya haus dan takut dipukuli warga,” ucapnya.
Editor: Maria Christina