Sopir Bus Pariwisata PO CTU yang Masuk Jurang di Rajapolah Tasikmalaya Jadi Tersangka
Sementara itu, berdasarkan kesaksian korban, sebelum kecelakaan terjadi, laju bus melaju sangat kencang. "Saya kebangun jam 00.30 WIB. Saya lihat, (sopir) bawa mobilnya (bus) bener-bener kencang. Saya sedikit tidur. Pas mau tidur lagi, terasa banget jatuhnya (bus ke jurang). Badan kerasa ada air sampai setengah badan karena posisi saya ada dibelakang. terus cari keluarga yang yang bisa diselamatkan. keluar lewat kaca yang bolong dibantu warga," kata Erika Pratiwi, guru SDN Sayang.
Informasi yang dihimpun, update jumlah korban tewas empat orang. Tiga orang meninggal di lokasi kejadian dan satu hilang. Tiga korban tewas antara lain, Olih Komarudin (64) dan istrinya Esih Sukaesih (59), warga Griya Utama Rancaekek RT 06/9, Desa Rancaekek, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Kemudian, Cepi (30), kondektur bus, warga Dusun Rancakalong RT 03/08, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Sedangkan Siti Munawaroh (30) warga Cisempur, Jatinangor, Sumedang dinyatakan hilang dan saat ini dalam pencarian.
Sementara itu, korban luka ringan sebanyak 47 orang. Mereka dibawa ke Puskesmas Rajapolah dan Jamanis. Sedangkan, enam korban luka berat dirawat di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Saat ini, sebagian besar korban telah dibawa ke Jatinangor.
Editor: Agus Warsudi