Sidang Eks Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanegara Diwarnai Protes JPU terhadap Hakim
"Kedua terdakwa menawarkan investasi Pembelian Tanah, Pembangunan Vila dan Pembelian DO BBM dengan janji-janji yang ditawarkan kepada saksi korban Stelly Gandawidjaja," kata Yendri Aidil Fiftha.
Transaksi antara korban dengan terdakwa berlangsung sejak 2013 hingga 2019. Akibat dugaan penipuan dan penggelapan ini korban mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. "Total kerugian Rp 58.493.205.000 atau setidak-tidaknya sejumlah itu," ujar Yendri.
Terdakwa Irfan Suryanegara, tutur JPU, menggunakan uang korban Stelly Gandawijaya untuk membangun SPBU, vila, dan tanah. SPBU, vila, dan tanah tersebut diatasnamakan Endang Kusumawaty.
Akibat perbuatannya, terdakwa Irfan Suryanegara dan Endang Kusumawaty didakwa melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan untuk dakwaan pertama.
Selain itu, JPU mengajukan dakwaan kedua, Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 5 TPPU dengan ancaman 10 sampai 20 tahun penjara.
Editor: Agus Warsudi