Tragis, Seusai Santap Nasi Tutug Oncom, Sekeluarga di Cianjur Meninggal
Kepala Seksi Survailans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Cianjur Asep Helmi, mengatakan, sampel tersebut akan diuji di Labkesda Jawa Barat. Dimana proses pengujian membutuhkan waktu satu minggu hingga hasilnya ke luar dan dipastikan bakteri atau bahan berbahaya apa yang terkandung di dalamnya.
"Sampel sudah dibawa ke Labkesda Bandung. Tinggal menunggu hasil labnya, untuk memastikan apa penyebab kedua orang itu meninggal setelah mengkonsumsi nasi tutug oncom atau penyebab lain," katanya.
Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak atas nama Dedi Sunardi (55), Aidah (45) dan anak sulungnya Fuji (20) warga Kelurahan Sayang, sempat menyantap oncom pemberian tetangganya yang diolah menjadi nasi tutug oncom yang dikonsumsi setelah dua hari.
Selang beberapa jam, ungkap Dedi, dia yang pertama kali merasakan pusing, mual dan muntah-muntah. Selang beberapa jam istrinya merasakan hal yang sama, sehingga sempat menjalani perawatan di Puskesmas dan mendapat penanganan khusus.
"Istri saya mendapat perawatan dari malam dan sore harinya, istri saya meninggal dunia karena dehidrasi akut. Sedangkan anak sulung kami yang mengalami hal yang sama menyusul ibunya selang beberapa jam," katanya.
Editor: Asep Supiandi