Sengaja Buang Sampah di Depan Dedi Mulyadi, Pemotor di Purwakarta Kena Damprat
"Bapak dari mana? Tahu gak di sini tidak boleh buang sampah. Karena ulah seperti ini, akhirnya sampah menumpuk. Apalagi Bapak dari Cibogo Hilir, artinya dari rumah bapak ke sini itu melewati dua desa. Kenapa tidak dibuatkan pengelolaan sampah di desa," kata Dedi dengan nada tinggi.
Tidak hanya itu, seorang pedagang ayam bakak pun diminta membongkar dagangannya karena berjualan di lahan yang bukan seharusnya. Beberapa spanduk yang terpasang di lokasi itu langsung Dedi cabut. Pedagang itu pun diminta segera memindahkan dagangannya. "Bapak melanggar, terus ini kenapa pagar yang dibangun menggunakan duit negara dipatah-patahin. Pidana lho pak," kata Dedi kesal.
Tak lama kemudian, seorang pejabat kantor Kecamatan Plered pun dengan tergopoh-gopoh mendatangi Dedi. Dia tampak mengangguk-angguk saat diperintahkan Dedi untuk membersihkan kesemrawutan di lokasi itu. "Beresin ini paling habis semen dua sak. Ngerakeun (memalukan)," ujar Dedi.
Aksi Dedi seperti ini untuk kesekian kalinya dilakukan setelah sebelumnya juga menertibkan Pasar Leuwipanjang dan pedagang di halaman kantor Baznas yang kumuh. Selain itu, penertiban itu pun diunggah melalui akun YouTube Dedi Mulyadi Channel.
Editor: Asep Supiandi