Selama Ramadan, Percetakan Alquran Braille di Bandung Kebanjiran Pesanan
Menurut Sofyan, pekerja di percetakan Yayasan Wyataguna, setiap hari tiga set Alquran khusus tuna netra dapat diproduksi. "Produksi Alquran dengan huruf Braille ini sudah disalurkan ke seluruh penjuru Indonesia bagi penyandang disabilitas," kata Sofyan yang merupakan staf Processing Braille di Percetakan Yayasan Wyataguna.
Sofyan mengemukakan, percetakan Braille di Yayasan Wyataguna Bandung berdiri sejak 1973. Yang dicetak, bukan cuma Alquran, tetapi juga buku-buku pelajaran, soal ujian nasional berhuruf Braille.
"Dulu semua buku pelajar maupun soal ujian nasional berhuruf Braille dicetak di sini. Namun sejak tahun 2000-an, Kementerian Pendidikan menyebar sentra-sentra Braille. Sehingga kami menjadi lebih ringan," kata Sofyan.
Mesin cetak huruf Braille yang digunakan di Percetakan Yayasan Wyataguna didatangkan ke Indonesia pada 1952, sumbangan dari Helen Keller International. Mesin ini hanya enam unit di seluruh dunia karena dibuat untuk sosial bukan dikomersilkan.
"Kata penyumbangnya, mesin yang di Wyataguna ini satu-satunya yang masih ada. Yang lima itu (lima mesin cetak Braille lainnya), gak tau bangkainya di mana gitu," ujar Sofyan.