Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 6 Contoh Biantara Sunda Berbagai Tema yang Bisa Dipelajari Siswa
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Kerajaan Sunda dan Peninggalannya, Eksis sejak Pamor Tarumanagara Pudar

Sabtu, 26 Agustus 2023 - 21:07:00 WIB
Sejarah Kerajaan Sunda dan Peninggalannya, Eksis sejak Pamor Tarumanagara Pudar
Istana Kerajaan Sunda versi Artificial Intelligence (AI). (FOTO: ISTIMEWA)
Advertisement . Scroll to see content

Berikut silsilah raja-raja Kerajaan Sunda berjumlah 20 orang:

1. Tarusbawa (menantu Linggawarman, (669-723 M)

2. Harisdarma atau Sanjaya (Menantu Tarusbawa, (723- 732 M)

3. Tamperan Barmawijaya (732- 739 M)

4. Rakeyan Banga (739-766 M)

5. Rakeyan Medang Prabu Hulukujang (766-783 M)

6. Prabu Giliwesi (menantu Rakeyan Medang Prabu Hulukujang, (785-795 M)

7. Pucukbumi Darmeswara (menantu Prabu Giliwesi (795-819 M)

8. Rakeyan Wuwus Prabu Gajah Kulon (819-891 M)

9. Prabu Darmaraksa (adik ipar Rakeyan Wuwus Prabu Gajah Kulon, 891-895 M)

10. Windusakti Prabu Dewageng (895-913 M)

11. Rakeyan Kamuning Gading Prabu Pucukwesi (913-916 M)

12. Rakeyan Jayagiri (menantu Rakeyan Kamuning Gading, 916-942 M)

13. Atmayadarma Hariwangsa (942-954 M)

14. Limbur Kancana (putra Rakeyan Kamuning Gading, 954-964 M)

15. Prabu Munding Ganawirya (964-973 M)

16. Prabu Jayagiri Rakeyan Wulung Gadung (973-989 M)

17. Prabu Brajawisesa (989-1012 M)

18. Prabu Dewa Sanghyang (1012-2029 M)

19. Prabu Sanghyang Ageng (1019-1030 M)

20. Prabu Detya Maharaja Sri Jayabuopati (1030-1042 M)

Peninggalan Kerajaan Sunda

Peninggalan Kerajaan Sunda sampai saat masih bisa dilihat mayoritas berupa prasasti dari batu berisi tulisan huruf Sunda kuno:

1. Prasasti Cikapundung

Pada tanggal 8 Oktober 2010, warga menemukan batu prasasti yang ditemukan di sekitar sungai Cikapundung. Batu prasasti ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-14. Pada batu prasasti Cikapundung terdapat sebuah tulisan dengan huruf Sunda kuno dan gambar telapak tangan, telapak kaki, dan wajah.

Kalimat yang dituliskan pada prasasti itu berbunyi “unggal jagat jalmah hendap”, yang jika diartikan berarti semua manusia di dunia akan mengalami sesuatu. Pada saat ditemukan, batu prasasti ini mempunyai panjang 178 cm, lebar 80 cm, dan tinggi 55 cm.

Hingga saat ini, batu prasasti Cikapundung masih diteliti oleh para peneliti dari Balai Arkeologi.

2. Prasasti Pasir Datar

Tahun 1872 menjadi tahun ditemukannya prasasti Pasir Datar. Prasasti Pasir Datar ditemukan di Cisande, Sukabumi atau lebih tepatnya ditemukan di Perkebunan Kopi di Pasir Datar. Untuk menjaga keasliannya, prasasti ini dipindah dan disimpan di Museum Nasional Jakarta.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut