Sejarah Jembatan Cirahong Tasikmalaya, Miliki Fungsi Ganda Satu-Satunya di Indonesia
Jembatan tersebut merupakan bagian dari pembangunan rel kereta api jalur selatan di Pulau Jawa oleh pemerintah kolonial Belanda. Pada tahun 1934, jembatan ini diperkuat.
Pemasangan pilar batu di Jembatan Citanduy dilakukan pada 19 Agustus 1893. Jembatan ini bertumpu pada empat tiang dan jarak antara kedua tiang batu dan besi, yakni delapan meter.
Berdasarkan jenisnya, jembatan ini termasuk jembatan dinding, yaitu jembatan dimana muatan tidak dipikulkan langsung pada rasuk-rasuknya, melainkan melalui perantara rasuk melintang kepada rasuk-rasuknya.
Pada 1956-1958, Djawatan Kereta Api (cikal bakal PT KAI), melakukan perbaikan dan pemeliharaan jembatan di Jawa. Setelahnya, DKA meningkatkan rencana muatan jembatan, termasuk di lintas Cibatu-Banjar.
Saat ini, Jembatan Cirahong berada di bawah Daerah Operasi II Bandung. Jembatan ini dilewati oleh kereta api jarak jauh yang melayani jurusan Bandung-Yogyakarta-Surabaya, dan Jakarta-Purwokerto melalui Bandung.