Sebelum Dirobohkan Rentenir, Rumah Warga Banyuresmi Garut Dijual Sepihak Rp20,5 Juta
Rumah tersebut dibongkar pada Sabtu 10 September 2022 lalu (sebelumnya tertulis Kamis 8 September 2022), oleh sejumlah orang yang diperintah oleh rentenir A. Undang menyatakan rumah bantuan rutilahu dari Kodam III Siliwangi berupa bangunan permanen di sebelahnya tidak ikut dibongkar. "Rumah yang dibongkar rumah yang semi permanen, tepat disamping rumah bantuan rutilahu," tutur Undang.
Duduk perkara persoalan itu bermula dari istri Undang, Sutinah (58), yang meminjam uang kepada rentenir sebesar Rp1,3 juta. Sebagai jaminan, sertifikat rumah mereka diserahkan kepada rentenir.
"Isteri saya bilang utang pokonya Rp1,3 juta, si rentenir itu bilang setiap bulan harus bayar Rp350.000. Saya tidak tahu berapa yang sudah dibayar isteri setiap bulan karena tidak dicatat," ucap Undang.
Akhirnya, Undang yang sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas ini menganggur berbulan-bulan lamanya. "Saya waktu itu lagi menganggur. Enam sampai tujuh bulan tidak bayar bunganya. Kondisi ini menjadi beban pikiran saya dan istri, hingga akhirnya istri memutuskan bekerja sebagai ART di Ujungberung Bandung," ujarnya.
Undang mengaku, istri dan anaknya menangis saat melihat rumah mereka telah menghilang. "Waktu kami pulang ke Garut, kami kaget rumah sudah tidak ada. Isteri dan anak menangis melihatnya," tutur Undang.