Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pembunuhan di Pabrik Tahu Cibiuk Garut, Pengacara Pelaku: Korban Lontarkan Kata-Kata Kasar
Advertisement . Scroll to see content

Santri Korban Penganiayaan di Ponpes Rancabango Garut Divisum

Jumat, 16 September 2022 - 04:00:00 WIB
Santri Korban Penganiayaan di Ponpes Rancabango Garut Divisum
Neneng Muryana menunjukkan surat visum anaknya AH di RS Intan Husana Garut. Visum dilakukan terkait penyidikan kasus penganiayaan yang dialami AH. (FOTO: FANI FERDIANSYAH)
Advertisement . Scroll to see content

GARUT, iNews.id - AH (16), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Persis 99 Rancabango, yang jadi korban penganiayaan divisum di RS Intan Husada Garut, Kamis (15/9/2022). Dokter di rumah sakit tersebut memeriksa kondisi gendang telinga untuk memenuhi permintaan penyidik kepolisian.

"Sudah visum tadi pagi di RS Intan Husada Garut. Yang diperiksa kondisi gendang telinganya," kata Neneng Muryana ibu kandung AH, kepada MNC Portal Indonesia (MPI). 

Neneng menyatakan, memilih RS Intan Husada untuk visum karena AH pertama kali menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit itu. Hasil visum akan keluar dalam dua hari. "Kami disuruh pulang usai menjalani visum. Prosesnya cepat, kurang lebih sekitar 15 menitan," ujarnya.
 
Menurut warga RT01 RW03 Kelurahan Nanggewer Kaler, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor ini, hasil visum akan dibawa penyidik untuk kepentingan penyidikan. Saat menjalani visum, mereka didampingi oleh penyidik dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Garut. 

"Hasilnya nanti dibawa penyidik, kami tidak tahu bagaimana prosesnya karena visum menjadi bagian dari kepentingan mereka (penyidik)," tutur Neneng Muryana. 

Sejauh ini, kata Neneng Muryana, keluarga telah berkomunikasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Tasikmalaya. Dalam komunikasi itu, Neneng disarankan agar melapor ke KPAI Tasikmalaya agar korban mendapatkan pendampingan. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut