Sanksi soal Kaus #2019GantiPresiden, Pengamat: Membatasi Demokrasi
Hendri menyarankan pasangan Asyik fokus pada kejadian-kejadian saat debat publik putaran kedua. Misalnya soal ungkapan-ungkapan tak pantas yang keluar begitu pasangan Asyik memamerkan kaos bertuliskan #2019GantiPresiden.
"Misalnya ada yang teriak nama binatang, ya itu dilaporkan saja. Terus kalau gak salah soal teriakan hidup Jokowi, kan itu juga sebetulnya di luar materi," tuturnya.
Setali tiga uang dengan pengamat politik dan hukum dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan. Dia memandang aksi pasangan Asyik sebagai dinamika yang wajar terjadi dalam pertarungan politik.
Terlepas dari keputusan Bawaslu, Asep mencoba menganalisis pesan politik yang ingin disampaikan Asyik di panggung debat public. Sebab menurut dia, aksi membentangkan kaos dengan pesan '2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden', juga harus dipandang dari sudut berbeda yang menjadi menarik untuk dibahas.
Pertama, sepertinya pasangan Asyik ingin menyampaikan kepada publik ada hubungan antara pilkada dengan pilpres mendatang. Pesan politik mereka (Asyik) ingin mengajak kepada masyarakat, terutama para pendukungnya untuk menciptakan pemerintahan yang linier antara pusat dan daerah.