Sambut Ramadhan, Santri di Cirebon Gelar Tradisi Sepak Bola Api dan Mandi Petasan
Kaki, tangan, dan tubuh mereka tidak mengalami luka bakar sedikit pun. Padahal, para santri terkurung dalam petasan yang menyala.
Bola yang menyala diselimuti api itu dimainkan oleh dua tim, layaknya pertandingan sepak bola. Para pemain menendang bola api ke sana ke mari hingga suatu ketika menjebol gawang.
Saat bola masuk gawang atau berhasil ditangkap, sorak sorai penonton pun pecah. Atraksi ini pun sangat menghibur dan mengundang gelak tawan penonton.
"Permainan bola api ini simbol ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa bahwa panasnya api dapat dikalahkan," kata Pembina Santri Ponpes Babakan Ciwaringin Cirebon Baykuni.
Baykuni menyatakan, begitu juga dengan atraksi mandi petasan, memiliki makna para santri gembira menyambut bulan puasa dan bentuk kepasrahan makhluk kepada sang pencipta, Khalik.
"Atraksi ini rutin digelar oleh para santri setiap tahun, menjelang bulan puasa Ramadhan. Mandi petasan ini sebagai bentuk kepasrahan diri kepada Sang Pencipta," ujar Baykuni.
Editor: Agus Warsudi