Rumah Adat Suku Baduy, Dibangun Tanpa Paku Mampu Bertahan Ratusan Tahun
Sebagian besar dan bahkan seluruh bagian dari rumah adat ini menggunakan material yang seluruhnya berasal dari alam. Tentu saja dengan tetap mempertimbangkan kelestarian alam dengan menggunakan seperlunya saja. Seluruh bangunan rumah tinggal Suku Baduy menghadap ke utara-selatan dan saling berhadapan.
Menghadap ke arah barat dan timur tidak diperkenankan berdasarkan adat yang berlaku di perkampungan Suku Baduy. Rumah Adat Suku Baduy dibagi dalam tiga bagian, yaitu bagian sosoro (depan), tepas (tengah) dan imah (belakang).
Bangunan dari Rumah Adat Suku Baduy ini tidak boleh menyentuh tanah. Setiap bagian dari tiang ruang selalu disangga dengan sebuah batu
dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Atap Rumah Adat Suku Baduy terdiri atas atap kiri dan atap kanan. Bagian kiri dari atap ini biasanya memiliki ukuran yang sedikit lebih panjang. Bahan ijuk ataupun daun kelapa banyak digunakan sebagai bahan atap Rumah Adat Suku Baduy. Tidak memiliki jendela dan lantai rumahnya terbuat dari bambu.
Itulah ulasan singkat Rumah Adat Suku Baduy yang tentunya menjadi salah satu kekayaan budaya bangsa yang kaya akan makna. Bangunan adat ini tentunya harus kita jaga sebagai warisan leluhur.
Editor: Asep Supiandi