Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kenapa Nama Kota di Jawa Barat Berawalan Ci? Ternyata terkait Bangsa Matahari
Advertisement . Scroll to see content

Rumah Adat Suku Baduy, Dibangun Tanpa Paku Mampu Bertahan Ratusan Tahun

Senin, 21 November 2022 - 10:14:00 WIB
Rumah Adat Suku Baduy, Dibangun Tanpa Paku Mampu Bertahan Ratusan Tahun
Rumah Adat Suku Baduy sarat akan makna keseimbangan alam yang patut dijaga sebagai kekayaan budaya bangsa. (Foto: id.wikipedia.org)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Rumah Adat Suku Baduy sangatlah unik dan menarik untuk dikupas, baik dari aspek folosofis maupun konstruksi. Selain itu Rumah Adat Suku Baduy dibangun tidak secara asal-asalan, namun penuh dengan perhitungan matang yang disandarkan pada adat istiadat setempat yang konon memiliki 1001 pantangan.

Warga Baduy memiliki filosofi ini yang ditanamkan dari generasi ke generasi dan dituturkan dalam beberapa kalimat seperti:  “lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung” yang artinya panjang tak boleh dipotong, pendek tak boleh disambung. Filosofi ini mempunyai makna yang mendalam bahwa apa yang telah diberikan oleh Tuhan terhadap manusia berupa limpahan kekayaan alam, haruslah di jaga karena pada hakikatnya Tuhan telah memenuhi apa yang menjadi kebutuhan manusia, bukan apa yang menjadi keinginan manusia.

Begitu pula dalam membangun rumah, nilai filosfis menjadi dasar serta adanya pantangan yang dipegang teguh hingga saat ini. Hasilnya, sangat luar biasa, meski dibangun dengan konstruksi sederhana, Rumah Adat Suku Baduy mampu bertahan hingga ratusan tahun dan tahan terhadap gempa. 

Suku Baduy dalam membangun rumah sangat memperhatikan kapan dibangun, materialnya apa, boleh dan tidak boleh digunakan, ke mana bagian depan rumah menghadap. Semua itu akan diperhatikan secara detail sebelum membangun rumah.

Berikut ulasan singkat Rumah Adat Baduy yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Tanpa paku

Untuk pemilihan material Rumah Adat Suku Baduy, hanya menggunakan material yang terdapat dari hutan, seperti kayu, bambu, ijuk, rotan dan daun rumbia. Suku Baduy dilarang menggunakan paku dari besi untuk memperkokoh rumah. Semua material itu diganti menggunakan tali dari kulit atau akar pohon atau pasak dari kayu. Rumah ini juga tidak boleh dicat dan diberi macam variasi, agar terjaga kealamiannya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut