Rumah Adat Cikondang di Pangalengan Bandung Diperkirakan Tahan Gempa Magnitudo 7
BANDUNG, iNews.id - Sudah menjadi sebuah keharusan hidup di antara gugusan sesar dan megathrust seperti di Indonesia memiliki bangunan tahan gempa. Setidaknya, jika gempa melanda dengan kekuatan besar, bangunan yang ditinggali tidak menimbulkan korban jiwa atau luka.
Salah satu bangunan yang bisa menjadi contoh mitigasi bencana adalah Rumah Adat Cikondang di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Di kampung ini, warganya secara turun temurun menerapkan bangunan tahan gempa berkonsep tradisional.
Rumah Adat Cikondang, saat ini telah menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Tak hanya wisatawan, tetapi juga kelompok pendidikan, budaya, dan lainnya yang melakukan riset lebih dalam tentang kampung ini.
Untuk menuju kampung ini, hanya dibutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam dari Kota Bandung. Walaupun untuk mencapai ke sama harus melewati jalanan menanjak dan berliku, namun posisi Kampung Cikondang tidak terlalu jauh dari jalan besar. Namun jangan salah, untuk bisa masuk ke kampung Cikondang, hanya diperkenankan pada hari-hari tertentu.
Di sana, Anda akan disuguhi pemandangan perkampungan tradisional. Di Desa Lamajang, akan ditemui rumah-rumah panggung berbahan bambu dan kayu. Tinggi panggung dari tanah sekitar 60 hingga 85 cm. Salah satu rumah yang disebut rumah adat Cikondang, berusia sekitar 200 tahun.