Riset Kolaborasi ISBI Bandung Lahirkan Karya Layar Sauh, Pemodelan Inovasi Seni Maritim
Yanti menuturkan, judul Tahun ke-3 ini tentang Artikulasi Panggung Kapal Pinisi dan Jejaring Aktor Festival untuk Investasi Wisata Seni Budaya Kemaritiman. “Kami memfokuskan riset tahun ini pada pemodelan seni maritim sebagai produk inovasi jejaring nasional dan internasional,” tuturnya.
Estetika dan artistik, kata Yanti, dirumuskan berdasarkan hasil riset terhadap budaya maritim Indonesia sehingga menghasilkan karya Seni Maritim sebagai produk seni monumental.
“Tim riset secara kolaboratif terdiri antarperguruan tinggi termasuk dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan kompetensi keilmuan yang multidisiplin,” ucap Yanti.
Pertunjukkan tari Layar Sauh, ujar dia, merupakan karya seri Jelajah Negeri Maritim. Judul Layar Sauh merujuk dari istilah dalam dunia perkapalan atau kemaritiman.
“Secara konseptual bermakna menancap agar tidak oleng, menahan agar tidak runtuh. Bentuk karya mengekspresikan bagaimana menyesap laut, meraba pasir, mengentak kaki, menahan desir angin, menggapai debur ombak,” ujarnya.
Perjalanan riset ini, tutur Yanti, telah dilakukan dengan menjelajahi wilayah pesisir dan dunia kemaritiman Indonesia dari bumi Cendrawasih (Papua) hingga Tanah Rencong (Aceh). “Jelajah yang tidak akan pernah selesai sebagai pesona panggung tanpa tepian,” tutur Yanti.
Editor: Agus Warsudi