Ridwan Kamil: BOR Rumah Sakit di Jabar 60,17 Persen dan Pusat Isolasi 33,5 Persen
Selain itu, tutur Gubernur, pihaknya mengerahkan sekitar 300.000 relawan berbasis RT yang bertugas menelusuri orang yang terkonfirmasi Covid-19. "Mereka terus memperbarui laporan atau temuan kasus melalui sistem digital tracer. Data ini kemudian disampaikan oleh koordinator untuk dilaporkan kembali ke pusat berbasis puskesmas," tutur Gubernur.
Tidak hanya itu, kata Kang Emil, Satgas Covid-19 Jabar juga terus berupaya meningkatkan kapasitas laboratorium kesehatan (labkes). Saat ini, kapasitas pengecekan di 126 labkes yang tersebar di Jabar mencapai 25.000 sampel per hari. "Kami menargetkan kapasitas bisa terus naik hingga empat kali lipat dari yang ada saat ini," ucap Kang Emil.
Meski begitu, dia mengakui tingkat kematian pasien Covid-19 di sejumlah daerah di Jabar terbilang masih tinggi. Tiga daerah dengan tingkat kematian tertinggi, yakni Garut, Karawang, dan Tasikmalaya.
"Tingkat kematian kita (Jabar) di 1,5 persen per hari ini, cukup naik dari dari minggu sebelumnya 0,08 persen. Ada tiga kota kabupaten yang tingkat kematiannya tertinggi, yakni Kabupaten Garut 4,08 persen, Karawang 4,02 persen dan Tasikmalaya 3,51 persen," ujarnya.
Sebelumnya, berdasarkan data Kamis (22/7/2021), BOR RS rujukan Covid-19 kembali turun ke angka 75 persen atau turun cukup signifikan dibandingkan pada 4 Juli 2021 yang mencapai 90,69 persen.
"Berita baik hari ini BOR kita (Jabar) turun terus dari puncaknya di tanggal 4 Juli itu RS kita mencapai 90,69 persen. Hari ini sudah turun menjadi 75,16 persen. Sehingga berita cerita tenda-tenda darurat BNPB seperti di Kota Bekasi itu perlahan sudah mulai akan dibongkar," ujar Ridwan Kamil saat melaporkan penanganan Covid-19 kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara virtual, Kamis (22/7/2021).
Editor: Agus Warsudi