Residu Tinggi, Komoditas Pertanian Pangandaran Tak Diterima di Pasar Internasional
"Penggunaan pupuk kimia berdampak pada kerusakan kesuburan tanah karena organisme pembentuk unsur hara atau organisme penyubur tanah menjadi mati atau berkurang populasinya," kata Aep Jum'at, (12/3/2021).
Aep menjelaskan, perlu penyelamatan tanah pertanian agar hasil pertanian dari Kabupaten Pangandaran tembus pasar ekspor.
"Kami akan menggalakan penggunaan pupuk organik ke petani melalui program UPPO," ujarnya.
Untuk satu UPPO memerlukan biaya Rp200 juta yang terdiri dari bangunan rumah kompos, bangunan bak fermentasi, alat pengolah pupuk organik (APPO), kendaraan roda tiga, bangunan kandang ternak komunal dan ternak sapi.
"Kami optimistis, ke depannya hasil pertanian Kabupaten Pangandaran akan bersaing di pasar internasional. Karena pengolahannya komoditas pertanian menggunakan pupuk organik," ujar Aep.
Editor: Asep Supiandi