Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aksi Pencurian Cabai Rawit Siap Panen Marak di Sentra Pertanian KBB
Advertisement . Scroll to see content

Residu Tinggi, Komoditas Pertanian Pangandaran Tak Diterima di Pasar Internasional

Jumat, 12 Maret 2021 - 15:58:00 WIB
Residu Tinggi, Komoditas Pertanian Pangandaran Tak Diterima di Pasar Internasional
Salah satu areal persawahan di Kabupaten Pangandaran yang akan segera disulap pemupukannya dengan pupuk organik. (Foto: iNews.id/Syamsul Ma'arif)
Advertisement . Scroll to see content

"Penggunaan pupuk kimia berdampak pada kerusakan kesuburan tanah karena organisme pembentuk unsur hara atau organisme penyubur tanah menjadi mati atau berkurang populasinya," kata Aep Jum'at, (12/3/2021).

Aep menjelaskan, perlu penyelamatan tanah pertanian agar hasil pertanian dari Kabupaten Pangandaran tembus pasar ekspor.

"Kami akan menggalakan penggunaan pupuk organik ke petani melalui program UPPO," ujarnya.

Untuk satu UPPO memerlukan biaya Rp200 juta yang terdiri dari bangunan rumah kompos, bangunan bak fermentasi, alat pengolah pupuk organik (APPO), kendaraan roda tiga, bangunan kandang ternak komunal dan ternak sapi.

"Kami optimistis, ke depannya hasil pertanian Kabupaten Pangandaran akan bersaing di pasar internasional. Karena pengolahannya komoditas pertanian menggunakan pupuk organik," ujar Aep.

Editor: Asep Supiandi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut