Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aksi Pencurian Cabai Rawit Siap Panen Marak di Sentra Pertanian KBB
Advertisement . Scroll to see content

Residu Tinggi, Komoditas Pertanian Pangandaran Tak Diterima di Pasar Internasional

Jumat, 12 Maret 2021 - 15:58:00 WIB
Residu Tinggi, Komoditas Pertanian Pangandaran Tak Diterima di Pasar Internasional
Salah satu areal persawahan di Kabupaten Pangandaran yang akan segera disulap pemupukannya dengan pupuk organik. (Foto: iNews.id/Syamsul Ma'arif)
Advertisement . Scroll to see content

PANGANDARAN, iNews.id - Sebagian besar komoditas pertanian di Kabupaten Pangandaran tidak diterima di pasar internasional. Pasalnya, komoditas pertanian dari kabupaten ini memiliki kandungan residu atau pestisida yang cukup tinggi.

Dampaknya, semua produksi pertanian yang ada hanya dipasarkan untuk kebutuhan lokal atau regional di Jawa Barat.

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pangandaran mulai mengubah ketergantungan petani lokal terhadap pupuk anorganik (kimia). Selama ini ketergantungan terhadap jenis pupuk itu juga terbilang masih tinggi. 

Salah satu program yang bakal digulirkan yaitu dengan memproduksi dan menggunakan pupuk organik untuk setiap komoditas pertanian. Pelaksanaan dalam waktu dekat dengan membentuk 186 Unit Penglolaan Pupuk Organik (UPPO). UPPO ini akan disebar di 93 Desa dari 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan) Kabupaten Pangandaran, Aep Haris, mengatakan, saat ini aktivitas pertanian di Kabupaten Pangandaran dominan menggunakan pupuk kimia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut