Polisi Bongkar Kasus Eksploitasi Seksual Anak Lewat Live Streaming di Indramayu
INDRAMAYU, iNews.id - Polres Indramayu mengungkap kasus eksploitasi anak lewat live streaming. Kasus ini mengungkap praktik keji yang memanfaatkan anak di bawah umur untuk konten pornografi demi keuntungan.
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang menjelaskan, para pelaku menggunakan modus rekrutmen kerja di Jakarta untuk menjebak korban. Kemudian korban dijanjikan pekerjaan sebagai host aplikasi dengan bayaran fantastis agar mau bergabung.
"Awalnya korban hanya diminta melakukan gerakan-gerakan seksual secara live. Namun, seiring berjalannya waktu, tepatnya di atas jam 22.00 WIB, korban dipaksa melakukan adegan persetubuhan yang disiarkan secara langsung untuk mendapatkan saweran (koin) dari penonton," ujar AKBP Mochamad Fajar Gemilang dikutip dari iNews Indramayu, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, korban direkrut oleh tersangka NF (17) warga Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Dia menjanjikan penghasilan Rp2 juta hingga Rp3 juta per hari.
Namun dalam praktiknya, korban tidak menerima bayaran sesuai janji. Mereka hanya memeroleh sekitar Rp500.000 per hari, tergantung jumlah koin yang didapat dari penonton.