JAKARTA, iNews.id - Pesta demokrasi bangsa Indonesia setiap lima tahun sekali kini tak lagi membosankan. Pasalnya pada 25 November 2021, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) telah membuka Konvensi Rakyat berbasis digital yang dapat diikuti oleh semua orang.
Anggota Komite Eksekutif Konvensi Rakyat Partai Perindo, Prabu Revolusi menyebutkan pemilu yang rutin dilakukan setiap lima tahun sekali akan mulai terasa membosankan.
Hasil Tangkapan Nelayan Indonesia Tembus Pasar Kanada, Raup Rp11,429 Miliar
"Setiap lima tahun itu publik tersuguhkan berita-berita yang saling menjatuhkan antar partai politik. Jalan-jalan mulai dipenuhi spanduk yang bertumpuk-tumpuk sampai tidak lagi bisa dibaca atau dilihat jelas," ujar Prabu Revolusi, Kamis (25/11/2021).
Dia juga mengungkapkan potensi politik uang dan politik pecah belah kerap terjadi setiap pelaksanaan pemilu.
Kuasa Hukum Korban Sayangkan Hanya 7 Orang yang Jadi Tersangka Penganiayaan Pelajar di Malang
"Belum lagi kita bicara politik uang, saling tuduh melakukan serangan fajar bagi-bagi uang jalan untuk memilih kandidat tertentu akan mulai marak. Ditambah lagi ruang digital kita juga semakin sesak dengan saling cerca, menjagokan yang satu tapi merendahkan yang lain," tutur Prabu Revolusi.