Pesawat Kargo Jatuh di Intan Jaya Papua, Kantor PT Rimbun Air di Bandung Tertutup
Diberitakan sebelumnya, pesawat rimbun Air hilang kontak saat penerbangan Nabire-Sugapa pada Rabu (15/9/2021) sekitar pukul 07.37 WIT. Kapolres Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan, membenarkan laporan tersebut.
Pesawat Rimbun Air dengan nomor penerbangan Pk OTW dalam penerbangan Nabire-Sugapa dilaporkan hilang kontak. "Dilaporkan hilang kontak jam 07.37 WIT," kata AKBP Sandi di Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (14/9/2021).
Tim SAR Gabungan pun mencari Pesawat Rimbun Air hilang kontak saat penerbangan ke Nabire-Sugapa. Titik pencarian berada di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Personel yang disiapkan dari tim SAR Timika, TNI Polri dan beberapa unsur lainnya. Bandara Intan Jaya juga ditutup sementara untuk mendukung proses pencarian. Akhirnya, koordinat pesawat Rimbun Air ditemukan prajurit TNI dari Yonif Mekanis 521/DY Intan Jaya. Kondisi pesawat sudah hancur dan terbakar.
Wadanyon Yonif Mekanis 521/DY, Mayor Inf Edi Dipramono mengatakan, koordinat jatuhnya pesawat sudah ditemukan oleh helikopter Carteran Satgas Elang. "Titiknya hanya 3,4 km dari bandara dan dari Pos Bilogai Satgas Yonif 501 hanya berjarak 2,2 km," kata Mayor Inf Edi di Kota Sugapa, Rabu (15/9/20921).
Pesawat Rimbun Air yang jatuh di Intan Jaya membawa logistik seberat 1,5 ton. Muatan kargo tersebut berisi material untuk pembangunan infrastruktur. Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, membenarkan adanya muatan logistrik pesawat tersebut. Dia membantah isu bahwa pesawat juga mengangkut bahan makanan untuk prajurit TNI.
"Logistik barang yang dibawa seberat 1.500 kilogram, terdiri dari semen, besi dan pipa, bukan logistik Yonif 521," kata Mayjen TNI Ignatius Yogo di Kota Jayapura, Papua, Rabu (15/9/2021).
Editor: Agus Warsudi