Permintaan Kremasi Jenazah Pasien Covid Naik, Awas Calo Gentayangan!
"Sekarang seratus lebih jenazah pasien Covid-19 yang dikremasi. Ini asalnya dari Ciayumajakuning, Bogor, Bandung, Jakarta, dan lainnya," ujar Ramlan.
Meski permintaan kremasi meningkat, diakui Ramlan, pihaknya tidak memanfaatkan hal tersebut untuk mencari untung. Krematorium Yayasan Pancaka Seroja justru mematok tarif yang terbilang murah, yakni senilai Rp3 juta untuk satu jenazah pasien Covid-19.
Tarif kremasi ini, jelas Ramlan, memiliki rincian sekitar Rp2,5 juta untuk kremasi, serta Rp240.000 digunakan untuk keperluan alat pelindung diri (APD) petugas kremasi dan disinfektan. Sedangkan sisanya Rp60.000 digunakan sebagai biaya administrasi.
"Kita di sini kremasi jenazah itu untuk satu jenazahnya Rp2,5 juta. Kalau yang jenazah Covid-19 ada tambahan Rp240.000, untuk biaya APD, disinfektan, dan administrasi Rp60.000 Kalau dilarungin di laut abunya ditambah Rp200.000," ujar Ramlan.
Sementara itu, menanggapi adanya isu kartel kremasi jenazah pasien Covid-19 yang memiliki tarif sampai puluhan juta, dia mengaku pihaknya merasa tersudutkan. Sebab, dari kabar yang beredar kegiatan itu disebut-sebut melibatkan krematorium di Cirebon.