Penyaluran BPNT di Desa Neglasari Sukabumi Ricuh, Warga Protes Nilainya Kurang dari Rp600.000
Lalu BPD datang ke kantor desa untuk memantau. Diketahui alur KPM mendapat bantuan sembako tersebut adalah setelah KPM mengambil uang Rp600.000 dari juru bayar dan didokumentasikan. Lalu uang tersebut diserahkan ke bendahara Bumdes dan KPM mendapat nota pembelian sembako.
Selanjutnya KPM diarahkan belanja ke BUMDes dengan datang ke rumah Ketua BUMDes yang berjarak 100 meter dengan menukar kupon tersebut dengan satu paket yang berisi beras 30 kilogram (kg) beras, 2,2 ons daging, tiga bungkus tahu, tiga bungkus tempe, dan 1,5 kg apel.
"Saya menyempatkan survei ke pasar untuk mengecek harga paket yang dibeli warga dari BUMDes. Ketika dihitung nilainya mencapai Rp397.000. Ada selisih Rp200.000 lebih dari nilai total bantuan Rp600.000," ujarnya.
Seusai mengecek harga, Asri kemudian datang ke tempat pembelian sembako untuk menyampaikan keluhan KPM. Di tempat itu, dia bertemu ketua BUMDes. Di sana pun ada Kades Neglasari dan perwakilan dari pemerintah Kecamatan Lengkong.
Setelah menanyakan selisih tersebut kepada pihak Bumdes dan kades, lalu Asri kembali beraktivitas hingga mendapat laporan bahwa penyaluran bantuan sembako diprotes warga. Dia pun datang ke kantor desa hingga terjadinya cekcok dengan kades.