Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Infografis Pabrik di AS Setop Produksi Vaksin Covid AstraZeneca
Advertisement . Scroll to see content

Penting Diketahui, Ini Perbedaan Vaksin Covid-19 Sinovac dan AstraZeneca

Senin, 05 April 2021 - 08:11:00 WIB
Penting Diketahui, Ini Perbedaan Vaksin Covid-19 Sinovac dan AstraZeneca
Pegawai bank disuntik vaksin Covid-19. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

Dosis yang Diperlukan
Vaksin yang tersedia memerlukan dua dosis untuk perlindungan yang sempurna. Namun beberapa jenis vaksin harus disimpan di tempat dengan suhu yang dingin.

Selain itu setiap vaksin juga memiliki perbedaan waktu dalam pemberian dosis kedua. AstraZeneca merekomendasikan jeda empat minggu, diperpanjang hingga 12 minggu untuk penyuntikan kedua. Sementara vaksin Sinovac harus diberikan dengan jarak dua minggu setelah penyuntikkan pertama.

Tingkat Efektivitas
AstraZeneca mengklaim vaksinnya,memiliki nilai efektivitas keseluruhan 70,4 persen. Menurut penelitian, vaksin AstraZeneca 90 persen efektif jika diberikan dengan setengah dosis, diikuti dengan dosis penuh. 

Efektivitasnya turun menjadi 62 persen jika diberikan dalam dua dosis penuh, selang empat minggu. Meski demikian, vaksin masih tetap efektif setelah digunakan 12 minggu antardosis.

Pada uji coba terbaru Sinovac, di Brasil tingkat efektivitas vaksin buatan China tersebut hanya menunjukkan angka 50,4 persen. Sementara uji coba terpisah dari vaksin di Indonesia dan Turki menemukan bahwa vaksin Sinovac memiliki efikasi sebesar 65,3 persen dan 91,25 persen.

Efek Samping
Vaksin bekerja dengan cara melatih sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi saat menghadapi penyakit. Banyak efek samping yang merupakan respons imun yang umum terjadi. Biasanya seseorang akan merasa nyeri di tempat suntikan.

Selain itu efek samping dari kedua vaksin ini relatif sama. Diantaranya adalah demam atau menggigil, nyeri pada persendian dan otot, dan perasaan tidak enak badan secara umum. Ini biasanya berlangsung selama beberapa hari. Namun, tidak semua orang akan mengalami gejalanya.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut