Pengamat Politik dan Keamanan Muradi Sebut Pasutri Pengebom Katedral Makassar Anggota New JI
"Saya melihat, saat ini para teroris mulai kembali ke pola lama, yakni dengan melakukan tatap muka. Artinya mereka (pelaku) teror, mulai meninggalkan media sosial," tutur Prof Muradi.
Dengan pola lama ini, ucap Prof Muradi, aparat perlu mewaspadai anggota jaringan teroris melakukan pendekatan masif ke perkumpulan atau menemui langsung masyarakat.
"Semua komponen aparat keamanan harus ekstra melakukan langkah pencegahan agar tidak ada sel baru jaringan teroris," ucap Prof Muradi.
Diketahui, teror bom terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Jalan Kajaolalido, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Minggu (28/3/2021).
Dalam peristiwa ini, kedua pelaku, L dan YSL yang merupakan pasutri, tewas di lokasi kejadian dengan tubuh hancur. Sepeda motor matic nopol DD 5984 MD yang mereka kendarai pun ringsek.
Selain itu, ledakan bom berdaya ledak tinggi mengakibatkan 19 orang luka-luka. Kondisi para korban luka kini berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Editor: Agus Warsudi